Nama Perusahaan : PT. Citra Widya Education

Nomor Pengesahan : C-04408 HT.01.01.TH.2004

Bidang Usaha Umum :

Jasa pendidikan serta jasa pelatihan dan keterampilan tenaga kerja.

Spesialisasi Bidang Usaha :

Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja industri perkebunan kelapa sawit.

Alamat Perusahaan :

Apartemen Istana Harmoni 1-H

Kompleks Harmoni Plaza

Jl.Suryopranoto No . 2

Jakarta Pusat 10130

Telepon : (021) 638 655 70 - 71

Facsimile : (021) 638 655 72

Email : cwe@citrawidyaeducation.com

Website : http://www.citrawidyaeducation.com

Visi CWE :

Turut berperan serta dalam membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas.

Misi CWE :

Melaksanakan pendidikan & pelatihan yang dapat dipercaya kualitas lulusannya dengan ditunjang pengelolaan yang berkesinambungan.

Menciptakan Sumber Daya Manusia yang bertanggungjawab, pro-aktif, ulet, sigap, serta siap pakai (tanggap, tanggon, & trengginas).


Latar Belakang Didirikannya CWE

Kebutuhan akan permintaan pasar yang terus meningkat terhadap Crude Palm Oil (CPO) setiap tahunnya memungkinkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia untuk terus ditingkatkan. Berdasarkan prediksi yang dibuat oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), kebutuhan CPO akan terus meningkat dari 2,6 juta ton per tahun pada tahun 1998 menjadi 3,4 juta ton per tahun pada tahun 2010. Pada saat itulah kebutuhan masyarakat terhadap minyak dan lemak mencapai 13 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, dalam dua dekade terakhir kebutuhan terhadap CPO di pasar dunia menggeser kedudukan minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai. Jurnal minyak nabati dunia, Oil World, meramalkan pada tahun 2015 minyak kelapa sawit akan mencapai 23 persen, sedangkan konsumsi minyak kedelai akan menyusut menjadi 21 persen. Saat ini dari total kebutuhan tersebut, Indonesia mampu menyuplai sekitar 6 juta ton per tahun.

Dari tahun 1968 luasan kebun kelapa sawit di Indonesia semakin bertambah besar hingga saat ini. Pada tahun 1968 luas areal kelapa sawit Indonesia hanya sekitar 119.660 hektar. Pada tahun 1979, luasan tersebut berkembang menjadi 260.939 hektar. Kemudian sejak tahun 1979 hingga tahun 1990, laju pertambahan areal kelapa sawit Indonesia mencapai rata-rata 80.000 hektar per tahun. Saat ini, total luas areal kelapa sawit Indonesia telah jauh berkembang hingga lebih dari empat juta hektar. Luas areal sawit di Indonesia yang terus bertambah mempengaruhi jumlah produksi dari tahun ke tahun. Pada periode tahun 1979 hingga tahun 1991, laju produksi CPO Indonesia rata-rata per tahun mencapai sekitar 230.000 ton. Produksi CPO Indonesia pada tahun 1992-1997 telah mengalami peningkatan hingga mencapai lebih dari 5 juta ton per tahun. Pada tahun 2002, produksi CPO Indonesia meningkat menjadi 9 juta ton lebih. Sekitar 6 juta ton dari produksi CPO Indonesia itu diekspor ke India , China , dan Thailand . Dari total produksi nasional yang mencapai 9 juta ton CPO tersebut, Sumatera Utara memiliki kontribusi produksi lebih dari 4,5 juta ton CPO per tahun.

Pada tahun 2003 diperkirakan jumlah peningkatan volume produksi sebesar kurang lebih 10 persen. Menurut data, dari jumlah tersebut Sumatera Utara memberi andil ekspor CPO dan turunannya seperti Palm Kernel Oil (PKO) dan Palm Fatty Acid dengan volume lebih dari 2,4 juta ton. Total nilai ekspor dari produk itu hingga Oktober 2002 tercatat lebih dari 681 juta dollar AS. Jumlah itu terus meningkat seiring makin besarnya kebutuhan terhadap komoditas tersebut. Peningkatan itu disebabkan kemampuan produksi meningkat karena pendapatan dari sektor ini juga terus meningkat. Selain dari itu harga CPO juga terus membaik di pasaran dunia membuat industri di sektor ini sangat menjanjikan.

Sejalan dengan perkembangan itu maka sektor perkebunan kelapa sawit memerlukan ketersediaan tenaga kerja yang terus bertambah dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang memadai, mulai dari bagian teknis agronomi/tanaman hingga proses pengolahan. Pada era persaingan bebas seperti sekarang, tersedianya tenaga kerja yang terdidik dan terampil menjadi semakin mutlak, karena dengan demikian dapat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan mutu CPO yang dihasilkan. Kenyataan membuktikan bahwa tidak semua perkebunan di Indonesia mempunyai pusat pelatihan yang sistimatis ( training center). Hanya beberapa perkebunan besar swasta yang memiliki lembaga ini di samping PTPN dengan LPP-nya.

Sebagai upaya menangkap peluang ini, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mendirikan sebuah lembaga pelatihan tenaga kerja. Pelatihan tenaga kerja ini dititikberatkan ada praktek kerja nyata di kebun dan pabrik secara langsung. Dengan sistim seperti ini diharapkan agar materi yang disampaikan di kebun dan pabrik dapat diterapkan secara langsung pada dunia kerja secara nyata. Sistim pelatihan di CWE mengambil tempat pada lokasi aktual lengkap dengan kondisi lapangan sehingga lebih valid dan applicable. Keberadaan suatu lembaga pelatihan tenaga kerja kelapa sawit diharapkan akan memberikan manfaat bagi dunia industri pengolahan kelapa sawit, sekaligus memberikan jawaban terhadap permasalahan mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit Indonesia .

Peningkatan kebutuhan industri pada tenaga kerja terlatih sangat rasional mengingat industri menggunakan ukuran efisiensi proses dalam menghasilkan produk. Perekrutan SDM termasuk di dalam penentuan efisiensi proses tersebut. Industri akan lebih tertarik pada SDM yang kompeten pada profesi yang siap terap pada pekerjaan ( demand-pull). Dengan demikian proses training menjadi lebih singkat serta efisien dalam hal waktu dan biaya. Dan SDM dengan kualifikasi tersebut hanya dapat dihasilkan melalui sistim pelatihan yang mengutamakan penerapan keahlian sebagaimana yang dilaksanakan oleh CWE. Maka dengan demikian, CWE menggunakan pendekatan yang lebih erat dengan kebutuhan nyata dunia industri kelapa sawit Indonesia .

Sekilas Tentang CWE

Citra Widya Education (CWE) adalah lembaga jasa pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. CWE menawarkan berbagai macam program pelatihan yang ditujukan mulai dari tingkat operator, asisten, asisten kepala, sampai dengan tingkat manager. Program pelatihan yang ditawarkan meliputi berbagai aspek pelatihan di bidang teknis, manajemen dan kepemimpinan, administrasi sampai dengan quality control. CWE juga mengemban misi yang berupaya agar lulusan-lulusannya memiliki profesionalisme dalam bekerja sehingga secara tidak langsung dapat memberikan Return of Investment (ROI) yang efektif dan efisien bagi perusahaan dengan Sumber Daya Manusia yang menjunjung prinsip keselamatan kerja dan keamanan lingkungan.

Hubungan CWE yang erat dengan para pelaku industri termasuk di antaranya perkebunan kelapa sawit, supplier sarana pendukung perkebunan, asosiasi perkebunan kelapa sawit, lembaga pendidikan, dan pusat penelitian serta didukung dengan fasilitas pelatihan langsung di lapangan dengan tenaga pengajar yang berasal dari kalangan praktisi perkebunan kelapa sawit jelas sangat mendukung validity dan applicability program pelatihan kami.

CWE menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Sulawesi Selatan serta Bengkulu sebagai tempat praktek lapangan. Jika sebagian besar pendidikan akademik melakukan praktek yang terbatas pada simulasi di laboratorium dalam kondisi ideal, maka sistim pelatihan di CWE mengambil tempat pada lokasi aktual lengkap dengan kondisi lapangan sebagai salah satu nilai tambahnya. CWE juga merupakan salah satu lembaga pelatihan yang pertama kali menggunakan Career-Based Curriculum (CBC) dan dilengkapi dengan sistim pendidikan yang menekankan know-why di samping know-how sehingga lulusan CWE memiliki pengetahuan yang valid dan applicable dalam karirnya di industri. Keberadaan CWE diharapkan akan memberikan manfaat bagi dunia industri pengolahan kelapa sawit, sekaligus memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalahan mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit Indonesia .

 

Kepengurusan CWE

Komisaris Utama :

Komisaris :

Direktur Utama :

Direktur :

Direktur :

 

 

 

Tjiungwanara Njoman

Ir. H. M. Badrun

Kol. Art. (Purn.) R. B. Iskandar Kristantoro

Yudhanegara Njoman, SE, BCom(Hons), MFin

Ir. Adi Purwanto

 

Program Kerja CWE

Dalam mewujudkan visi dan misi CWE, maka misi jangka panjang CWE 3 (tiga) sampai 5 ( lima ) tahun ke depan adalah ingin mewujudkan program Trisula, yang diibaratkan sebagai tiga ujung tombak (Trisula) untuk dicapai sebagai sasaran/target perusahaan:

1. Pelatihan (Training):

Untuk mewujudkan training ini kepada karyawan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan/pabrik kelapa sawit dapat diberikan pelatihan yang dibagi menjadi:

a. Program Pelatihan (Training Program):

Program pelatihan ini dibuat oleh CWE sendiri dengan tujuan untuk ditawarkan kepada umum (public) dan para trainee dapat berasal dari berbagai macam perusahaan atau kepesertaannya bersifat perorangan.

b. Pelatihan Moduler (Modular Training):

Program pelatihan ini dibuat oleh CWE atas kesepakatan bersama dengan perusahaan calon pengguna (user) dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan masing-masing pengguna (tailor-made/customized training). Diharapkan training modular ini dapat memenuhi kebutuhan standar masing-masing perusahaan.

Untuk memenuhi pelatihan training ini perlu dilakukan Training Needs Analysis (TNA) agar dapat memenuhi kebutuhan SDM di kebun/pabrik dan dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada top management perusahaan sebelum dimulai.

2. Pendidikan (Education):

Sasaran dari pendidikan ini adalah mewujudkan pendidikan dengan latar belakang Akademi dengan 1 (satu) program studi atau langsung ke Politeknik Kelapa Sawit dengan 3 (tiga) program studi:

a. Kejuruan tentang Manajemen Perkebunan (Estate Management).

b. Kejuruan tentang Manajemen Pabrik (Mill Management).

c. Kejuruan tentang Manajemen Logistik (Logistics Management).

Ketiga program studi ini dilengkapi dengan pengetahuan Akuntansi Perkebunan/Pabrik serta English for Specific Purpose (ESP). Diharapkan pendidikan ini dapat sekaligus untuk mendukung community development di daerah kabupaten/propinsi setempat.

3. Konsultasi Manajemen (Management Consultancy):

Fungsi ini dapat diwujudkan dengan membantu pembentukan/pembinaan Corporate Culture, meningkatkan produktivitas kerja melalui Total Quality Management, menciptakan Standard Operating Procedure (SOP) untuk memelihara dan membina SDM perusahaan agar dapat lebih kompetitif untuk mampu bersaing, menyiapkan kader-kader Pimpinan di masa yang akan datang dengan melakukan assessment (semacam fit-and-proper test) dan juga dapat melakukan evaluasi struktur organisasi perusahaan melalui organizational development agar dapat dikelola secara lebih efektif dan efisien.

Di samping hal-hal yang tersebut di atas, dapat diwujudkan CWE Clearing House dengan output Best Practices masing-masing perusahaan kelapa sawit (kebun dan pabrik) untuk dapat digunakan oleh perusahaan lainnya dalam pengelolaan kebun maupun pabriknya sebagai management yang telah distandarkan.

 

Program Studi

CWE menawarkan program pelatihan yang dibagi menjadi 3 program yaitu:

1. Estate Training (Pelatihan Kebun):

Perkebunan kelapa sawit memiliki karakteristik tertentu sehingga dibutuhkan pola pengelolaan oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tertentu pula. Pola persiapan dan pengembangan sumber daya manusia tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan jangka panjang perkebunan kelapa sawit.

Dengan kenyataan tersebut CWE hadir dengan menawarkan program pelatihan (training program) maupun yang bersifat moduler (modular training) untuk level Pelaksana (Karyawan), Asisten, Asisten Kepala, Manager hingga General Manager dalam rangka pemenuhan dan peningkatan kompetensi yang diperlukan. Program ini dapat dilaksanakan dengan pola internal (in-house training) yang dilaksanakan di masing-masing perusahaan maupun eksternal (external training) yang dilaksanakan di lokasi pelatihan CWE.

CWE telah memetakan judul–judul pelatihan dalam kategori teknis agronomi, administrasi, quality dan manajemen. Porsi setiap level jabatan dalam menerima judul-judul training tersebut akan disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang diperlukan untuk setiap level.

Program pelatihan yang kami tawarkan akan terdiri dari kombinasi metode teori dengan praktek maupun troubleshooting sesuai dengan level jabatan peserta pelatihan. Hal ini ditujukan untuk lebih aplikatif dalam penerimaan dan pemahaman materi pelatihan yang di sampaikan. Program pelatihan yang kami tawarkan bisa bersifat per modul (modular), sesuai kebutuhan (tailor-made), maupun training yang sifatnya untuk kenaikan jabatan (promotion purpose).

2. Mill Training (Pelatihan Pabrik):

Pabrik minyak kelapa sawit merupakan pabrik yang mengolah Tandan Buah Segar (TBS) untuk mendapatkan Crude Palm Oil (CPO) dan kernel yang optimal berdasarkan kualitas sesuai target yang ditentukan dan dengan losses seminimal mungkin serta biaya yang efisien dengan mengindahkan prinsip-prinsip keselamatan kerja dan keamanan lingkungan.

Kompleksnya sasaran bagi pabrik kelapa sawit menuntut adanya Sumber Daya Manusia yang mampu menjawab tantangan tersebut sehingga sasaran perusahaan dapat terpenuhi. CWE hadir dengan program yang mengintegrasikan antara kemampuan pribadi (personal capability) maupun kelompok baik dari sisi technical, quality, maupun managerial.

Dengan latar belakang dan pengalaman para staf pengajarnya dalam bidang pabrik minyak kelapa sawit, CWE siap membantu perusahaan Anda dalam upaya mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia yang mempunyai kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut dan menjadi lebih profesional.

3. Logistics Training (Pelatihan Logistik):

Indonesia merupakan negara kepulauan di mana pengelolaan logistik suatu produk untuk sampai tepat ke tujuan menjadi sangat penting. Dalam setiap organisasi yang beroperasi di lapangan, termasuk agribisnis kelapa sawit, membutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan untuk supply logistics agar proses dari pengelolaan kebun dan pabrik dapat berjalan efektif dan efisien.

Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan dukungan logistik yang terpadu (integrated logistics) yang meliputi distribusi fisik, logistik pemasaran, manajemen material, teknik logistik, logistik industri, manajemen logistik, manajemen distribusi, dan supply chain management. Semua ini dilaksanakan secara berkesinambungan dengan arus produksi yang tidak terputus.

Semua kegiatan logistik ini harus dikerjakan dalam rangka mendukung satu dengan yang lainnya guna memperlancar hasil produksi baik dari kebun maupun pabrik melalui pendistribusian sampai ke tangan pelanggan dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Hambatan atau keterlambatan di salah satu mata rantai logistik seperti halnya pengiriman pupuk, pemanenan buah, dan pengangkutan TBS ke pabrik kelapa sawit, dapat mengakibatkan dampak negatif pada hasil produksi secara keseluruhan. Demikian pula pemeliharaan peralatan-peralatan di pabrik harus berjalan lancar. Bila ada hambatan yang disebabkan karena trip, maka proses produksi akan berhenti dan dapat mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan.

 

Maka dalam manajemen logistik (logistics management) diterapkan Just-In-Time (JIT) di lingkungan pabrik, pembelian, dan transportasi serta dilengkapi dengan pengetahuan tentang Electronic Data Interchange (EDI). Untuk menjaga mutu output kebun dan pabrik diperlukan laboratorium untuk memeriksa kualitas dari buah dan CPO dengan konsep Total Quality Management (TQM). Dan untuk mengangkut CPO dari bulking station diperlukan pula manajemen penggudangan untuk selanjutnya dikirimkan ke tempat tujuan (dibutuhkan manajemen transportasi). Untuk merealisasikan pekerjaan di perkebunan dan pabrik kelapa sawit diperlukan logistics management yang terencana dan terukur dengan baik.

Di samping ketiga program pelatihan tersebut, kami juga menyertakan Akuntansi Perkebunan dan English for Specific Purpose (ESP) dalam penyampaian materi pelatihan.